Leumak dan Tempoyak makanan cirikhas kota Curup Bengkulu

Thu, 30 Jan 2020 3:40am (4-tahun lalu)

Terbangun dipagi hari. Sekarang pukul 03:00 AM, sekitar 4jam yang lalu tidur, terbangun mendadak disebabkan terasa lapar yang sangat, hingga gemetar, padahal sebelumnya 4jam yang lalu sebelum tidur sehabis makan, tidak ada salahnya bangun dini hari dan kembali makan, bersama makanan ciri khas kota Curup, Leumak dan Tempoyak. Setelah makan ingat website benny9 dan Kita update status lembur.

 

Makanan Leumak

Makanan leumak yaitu sayuran cirikhas kota Curup terbuat dari rebung atau tunas pohon bambu dan ikan mas yang dibusukkan.
Proses pembuatannya, Rebung diiris tipis-tipis dicampur ikan mas direndam dalam air, diletakkan kedalam botol atau toples tertutup. didiamkan 3 atau 4 hari hingga membusuk. Aroma menyengat bau busuk setelah 4 hari tercuim hingga radius 7meter. Terkadang ikan mas tersebut dipenuhi ulat belatung jika menutupnya tidak rapat. Setelah membusuk atau setelah 4hari tersebut sudah disebut Leumak, memasaknya Kami kurang paham, kabarnya jika kurang mahir memasak leumak dapat memabukkan. yang jelas leumak dimasak dengan rasa pedas, sangat pedas. jika tidak pedas rasanya masam kecut tidak enak.

 

 

lemeak-curup.jpg leumak-lebong.jpeg

Leumak Curup Vs Leumak Lebong

Curup dan Lebong berada di Propinsi Bengkulu.
Curup mencangkup desa Talang Benih (tempat kami), Kampung Jawo, Karangannyar dan sekitarnya.
Lebong lebih familier dengan Muara Aman, disebabkan pusat kota berada di Muara Aman atau Pasar Muara Aman* yang terletak Kampung Tenggelam.
Curup ke Lebong berkarak 2 jam perjalanan sepeda motor standard 80km/jam.

 

Berbeda Leumak Curup dengan Leumak Lebong. Ciri khas leumak Lebong berbentuk Bulat dan warna lebih merah, pembuatan dengan Cabe Giling* selain Cabe Rawit.
Harga leumak lebong Rp.2.000 kemasan bungkusan plastik, mentah, belum dimasak. sehingga Cabai dan Ikan masnya yang mahal belum terbeli.
*Cabe Giling: merupakan Cabai yang dihaluskan, blender atau tumbuk. dijual dalam kemasan.
*Pasar Muara Aman: Pemekaran Kab Lebong 2005 (SBY ke Pantai Panjang Bengkulu meresmikan) Kami mendapatkan trayek teranggarkan Pembuatan Mini Market, Mall Kecil atau setaraf Bang Mego (Pasar Bang Mego Curup). Selain Symbol logo Lebong, Pusat kota perlu adanya Penciptaan. Pemekaran atau Otonomi Lebong ternyata keuangan daerah sangat besar, petani kopi terutama, maka berbagai keinginan Penciptaan Pembangunan. Namun menghasilkan Muara Aman terbakar, sangat besarnya api tak terhitung kerugian. Perebutan Pengusaha dengan Pemerintahan.

 

Jamuan Kami ketempat Pengusaha Pemborong.
Doyan Leumak,.. dengan sikap pembatas, canggung.
Musuh! Menjawab.
Berganti dengan sikap kekeluargaan atau dekat. layaknya oh, wong kito. Menyuguhkan makanan Nasi dengan Leumak. Sehabis santap Leumak, Bolu ukuran hampir sejengkal, sebulatan bolu kukus terbagi 4 hingga 5 bagian. Kekenyangan atau menghindar layaknya tidak menghormati.

 

Lebih Mantap dari Leumak.
sekitar 30km utara atau selatan Lebong (arah air putih) terdapatnya Pembangunan PerumNas. Lokasi sebelumnya Hutan, maka Pengadaan Lahan Hutan tersebut dibakar.
Beberapa warga memasukkan Kambing dan beberapa ekor Ayam dalam kondisi Hidup kedalam Pohon Besar yang dilubangi. Setelah api padam tersisa arang, Kambing diolah, Santap pedas Melebihi Kambing Guling atau Leumak mantapnya.

Tidak dipungkiri, makanan favorite No.1 memang Leumak. Tak selera tanpa Leumak.

 

 

Makanan Tempoyak

Makanan tempoyak yaitu sayuran cirikhas kota Curup yang terbuat dari buah durian, buah durian dimasak begitu saja biasanya sebagai campurannya ikan air tawar. Tidak sayang buah durian disini dibuat sayuran disebabkan harga durian perbutir hanya 5 hingga 10ribu saja.