Kekuatan dakwah dalam pembentukan karakter masyarakat

Dakwah dalam islam

Sun, 02 Feb 2020 2:17am (4-tahun lalu)

Pada tahun 2005 merupakan awal Kabupaten Lebong yang terletak di Propinsi Bengkulu, Sumatra terbentuk, terurus dan dalam pengawasan Pemerintah. kabupaten Lebong jajahan portugis bukan Belanda (serumpun malaysia).

 

Desa ujung tanjung

Titik pembicaraan disini yaitu Desa Ujung Tanjung dan Desa Tes (sebelahnya) tempat perlintasan utama Kota Curup - Lebong.
Awal pemekaran seringkali Saya mendapati melihat warga Ujung Tanjung berkumpul dipinggir jalan saat melintas, pemandangan yang Saya lihat salah satunya anak wanita usia sekitar 5 atau 6 tahun dengan kedua ujung jari terselip sebatang rokok, bahkan warna rambut wanita balita tersebut dicat berwarna merah, dia berkumpul bercampur dengan berbagai usia, berbincang atau bersendagurau dengan lantunan musik dugem terdengar beberapa meter dari rumahnya.


Desa ujung tanjung merupakan salah satu desa yang tingkat nilai kekerasannya cukup tinggi setelah Desa Benko. Kejadian yang pernah terjadi saat Saya aktif di Desa Ujung Tanjung, warga pelintas dihakimi massa secara brutal dengan cara dimasukkan kedalam sungai dan dilempari benda keras dari atasnya saat warga korban tersebut menyembul keatas dari air guna mencari udara pernafasan, warga tersebut dihakimi warga hingga tewas.
Selain itu pernah juga adanya warga pelintas yang dibakar hidup-hidup, dan berbagai kebrutalan lainnya. Hal tersebut terjadi biasanya disebabkan warga yang melintas didesa tersebut terjatuh dari kendaraan, terlebih menabrak warga ujung tanjung, kebrutalan kemarahan warga tak terkendali.


Pada tahun tersebut mulai dibangun Kodim TNI dan POS Polisi diarea rawan kebrutalan, dan tidak mendapatkan hasil aman seperti yang diharapkan, kebrutalan masih kerap terjadi. Sekitar tahun 2007 dibangun Masjid didekat area tersebut, dan anehnya donasi infak masjid mencapai ratusan juta, Saya menyaksikan sendiri total infak masjid pada tahun itu sebesar 500juta (Ikhsan 200juta, Rohcman 10juta, Krisna 30juta, Monte carlo 40juta, freddy 5juta dll). Keuangan tidak kesemuanya dipergunakan untuk membangun kontruksi masjid, melainkan Misi Dakwah yang didatangkan dari Kota, para ahli dakwah. Hasilnya tingkat kebrutalan menurun, tidak terlihat lagi anak-anak berkumpul dipinggiran jalan bahkan sudah banyak yang sudah mengenakan hijab (jilbab) para kaum putri. Banyak para Ibu-ibu menjual makanan Miso atau Mie Rebus disepanjang jalan, para Bapak aktif bekerja diladang. Kehidupannya (Saya pernah menginap pada salah satu rumah warga saat pekerjaan tugas surfey), para ibu bangun dinihari sekitar pukul 4 atau 5 pagi, mengangsu atau mencari air hingga penuh terisi beberapa ember, air tersebut dipergunakan untuk cuci piring, memasak, menyiram kotoran buang air kecil dan mandi anak-anaknya, sedangkan untuk MCK, buang air besar, mandi para warga dewasa dan cuci baju dilakukan disungai. Para bapak bangun sekitar pukul 9 atau 10 pagi, setelah sarapan sekedarnya, ngopi dan merokok bergegas keladang, pulang sore hari bahkan larut malam dengan membawa sedikit hasil kebun, misalnya 3 butir buah cempedak (sejenis nangka berukuran lebih kecil) dan 4 ikat sayur sawi, guna dijual tugas para istri esoknya untuk keperluan kebutuhan cukup sehari. Mereka kini hanya bersaing pencapaian kebutuhan ekonomi yang berkah.


Hal janggal lucu yang pernah terjadi saat menginap diujung tanjung. Teman Saya bernama Iwan, memiliki 6 istri, hal tersebut tidak bermasalah terhadap pandangan warga atau para istri-istri lainnya. Saya bersama Iwan mencari istri termuda Iwan, dan mendapati istrinya sedang asiknya mengadu ayam jago, istri Iwan belum mau pulang, meski Iwan memaksanya dengan menarik-narik lengannya, istri Iwan akan pulang hingga usai adu jago. Isrti Iwan tersebut berusia kisaran 16 tahun.


Dakwah menjadi nilai positif dan berfungsi dengan sebenarnya jika memiliki misi tujuan Islam -lillahi taala didalamnya, dengan mengesampingkan atau menomorduakan tujuan -terserah dibayar berapa,.. akan lebih baik jika hal tersebut diajarkan secara hati mendalam pada setiap unifersitas Islam.

 

 

Desa Benko

Desa Benko yang masih wilayah Kota Curup, Bengkulu, Sumatra merupakan desa dengan penuh kebrutalan, merupakan Sarang Penyamun para pencuri dan perampok dari berbagai wilayah, nuansa didesa tersebut hening, sepi dan panas hingga kini. gerak gerik atau menatap mencurigakan nuansa war.
Pada tahun 2010 muncul tayang dimedia televisi -perang fisik dan baku tembak antara TNI Polri versus warga Benko, hal tersebut memang kerap terjadi dan hanya sekali muncul dimedia televisi.
Kami pribadi Membuat SD desa benko dengan 2butir pekerja, sangat kecil hanya 150jt.

 

 

Semakin Sulit Sukar Misi Dakwah jika dalam lingkungan Perkotaan atau Tingkat Pendidikan masyarakat yang tinggi.

Share

© 2024 benny9.my.id